Hari ini,
setelah mendengarkan ceramah dari Mendag RI Gita Wiryawan, Wanadri, dan Tri
Mumpuni menyadarkan saya banyak hal, disini saya akan memaparkan apa yang saya
dapatkan dari pembicara-pembicara tersebut.
Pertama ekonomi indonesia sedang bergairah dan akan menuju
ke arah yang lebih baik lagi, meskipun parameter makro menunjukan kekecewaan
dengan meningkatnya koofisien gini. Akan tetapi lainnya akan mengarah menuju
yang lebih baik.
Kedua, kita harus waspada dan bersiap menjelang datangnya
Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)/ AEC (ASEAN Economic Community, yang berarti
akan ada perdagangan bebas dan pasasr tenaga kerja bebas. Secara pribadi, saya
berpendapat, sebagai mahasiswa kita harus memikirkan nasib buruh indonesia
sekarang, kita harus meningkatkan nilai bargaining dari buruh tersebut dengan
memberikan pelatihan pelatihan tersebut, agar buruh buruh indonesia tidak kalah dengan buruh buruh murah dari vietnam
dan myanmar saat AEC nanti. Kemudian kita harus memberitahu semua orang, ya
semua orang akan dekatnya kita dengan AEC dan memberitahu apa dampak-dampaknya,
yakni: banjir produk asing, pasar tenaga kerja bebas, persaingan bisnis yang
lebih ketat. Tetapi jika kita hanya memberi tahu apa dampak negatifnya, maka
akan menimbukan huru-hara dimasyarakat. Maka kita juga harus memberitahu apa
positifnya, yakni: pasar untuk bisnis akan semakin luas, dapat dengan mudah
kita merambah/ekspansi ke negara-negara ASEAN lain. Tentu, ini akan menjadi
peluang bisnis yang baik. Dan dapat lebih mudah untuk menjadi ‘TKI’ di negara
lain.
Ketiga, bahwa negara kita adalah negara yang kaya. Maka seharusnya
kita bangga dengan kekayaan negara kita.
Keempat, lihat gambar yang di tampilkan oleh ibu Tri Mumpuni dibawah ini.
Jujur,
saya tertampar ketika mendengar perkataan ibu Tri Mumpuni yang mengatakan bahwa
hal ini terjadi karena mahasiswa ITB. Apalagi saya adalah mahasiswa FTTM yang
mengurus langsung masalah migas di Indonesia. Benar ibu, ini berdasar dari salah satu dosen
geofisika ITB (maaf saya lupa namanya) saat penjelasan jurusan Geofisika
beberapa hari yang lalu, ketika ditanya
bagaimana memajukan industri migas di indonesia. Beliau menjawab, dengan
memberi tahu bahwa ini adalah pendapat pribadinya bukan sebagai dosen, kita
harus memajukan PERTAMINA. Akan tetapi beliau bercerita bahwa banyak dari anak
itb ketika ditanya, mau dimana bekerja? Di PERTAMINA pak. Tetapi, kata beliau,
saat lulus mereka malah melamar di perusahaan asing. Maka mari kita memajukan
perusahaan yang dimiliki rakyat, BUMN. Kita juga harus membagikan kue hasil
dari konsumsi ekonomi indonesia kepada putra-putri bangsa dengan sebisa mungkin
menggunakan produk lokal.
16413283 M. Izzuddin Prawiranegara

Tidak ada komentar:
Posting Komentar