Halaman

Jumat, 23 Agustus 2013

apa yang didapat dari ceramah menteri, wanadri, dan ibu Tri Mumpuni?

                Hari ini, setelah mendengarkan ceramah dari Mendag RI Gita Wiryawan, Wanadri, dan Tri Mumpuni menyadarkan saya banyak hal, disini saya akan memaparkan apa yang saya dapatkan dari pembicara-pembicara tersebut.

Pertama ekonomi indonesia sedang bergairah dan akan menuju ke arah yang lebih baik lagi, meskipun parameter makro menunjukan kekecewaan dengan meningkatnya koofisien gini. Akan tetapi lainnya akan mengarah menuju yang lebih baik.

Kedua, kita harus waspada dan bersiap menjelang datangnya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)/ AEC (ASEAN Economic Community, yang berarti akan ada perdagangan bebas dan pasasr tenaga kerja bebas. Secara pribadi, saya berpendapat, sebagai mahasiswa kita harus memikirkan nasib buruh indonesia sekarang, kita harus meningkatkan nilai bargaining dari buruh tersebut dengan memberikan pelatihan pelatihan tersebut, agar buruh buruh indonesia tidak  kalah dengan buruh buruh murah dari vietnam dan myanmar saat AEC nanti. Kemudian kita harus memberitahu semua orang, ya semua orang akan dekatnya kita dengan AEC dan memberitahu apa dampak-dampaknya, yakni: banjir produk asing, pasar tenaga kerja bebas, persaingan bisnis yang lebih ketat. Tetapi jika kita hanya memberi tahu apa dampak negatifnya, maka akan menimbukan huru-hara dimasyarakat. Maka kita juga harus memberitahu apa positifnya, yakni: pasar untuk bisnis akan semakin luas, dapat dengan mudah kita merambah/ekspansi ke negara-negara ASEAN lain. Tentu, ini akan menjadi peluang bisnis yang baik. Dan dapat lebih mudah untuk menjadi ‘TKI’ di negara lain.

Ketiga, bahwa negara kita adalah negara yang kaya. Maka seharusnya kita bangga dengan kekayaan negara kita.

Keempat, lihat gambar yang di tampilkan oleh ibu Tri Mumpuni dibawah ini.


                Jujur, saya tertampar ketika mendengar perkataan ibu Tri Mumpuni yang mengatakan bahwa hal ini terjadi karena mahasiswa ITB. Apalagi saya adalah mahasiswa FTTM yang mengurus langsung masalah migas di Indonesia. Benar ibu, ini berdasar dari salah satu dosen geofisika ITB (maaf saya lupa namanya) saat penjelasan jurusan Geofisika beberapa hari yang lalu,  ketika ditanya bagaimana memajukan industri migas di indonesia. Beliau menjawab, dengan memberi tahu bahwa ini adalah pendapat pribadinya bukan sebagai dosen, kita harus memajukan PERTAMINA. Akan tetapi beliau bercerita bahwa banyak dari anak itb ketika ditanya, mau dimana bekerja? Di PERTAMINA pak. Tetapi, kata beliau, saat lulus mereka malah melamar di perusahaan asing. Maka mari kita memajukan perusahaan yang dimiliki rakyat, BUMN. Kita juga harus membagikan kue hasil dari konsumsi ekonomi indonesia kepada putra-putri bangsa dengan sebisa mungkin menggunakan produk lokal.

16413283 M. Izzuddin Prawiranegara

Tidak ada komentar:

Posting Komentar