Kritis kreatif konstruktif
Pola pikir kritis adalah cara berfikir dengan tidak menerima
‘segala sesuatu yang didapatkan’ secara mentah mentah akan tetapi dipikir terlebih
dahulu apa artinya, apa esensinya, bagaimana kebenarannya dll. Secara mudah,
kritis itu bisa diartikan ‘banyak tanya’, yaaah banyak tanya akan informasi
yang baru didapat sebelum diterima dan dipercaya
Kreatif adalah berfikir out of the box, berusaha mencari
jalan keluar dari problem semaksimal mungkin,, dan tidak plagiat. Contohnya seperti
saat macet, kalau orang kreatif itu ga pasrah aja kena kemacetan., melainkan
dicoba terus mencari jalan lain yang lancar.
Naah konstruktif. Konstruktif kan bersifat membangun
artinya, dalam arti membangun berarti ada sesuatu yang ditambahkan, bukan
dikurangi, dan menjadikan sesuatu lebih maju atau lebih tinggi. Lebih gampangnya
jika diberi contoh dalam rapat evaluasi
kinerja tim dan rencana untuk proyek kedepan ada seseorang yang kerjaanya selalu bersikap
apatis terhadap tim. Dia juga selalu mengolok olok kinerja tim yang dinilainya
tidak bagus tanpa memberi tahu bagaimana cara mengatasinya . Sampai-sampai ketua tim menyuruhnya keluar “anda
keluar saja, perkataan anda tidak
konstruktif disini”. Contoh lainnya ketika macet, kita bersikap kreatif, kita berusaha mencari jalan yang lancar. Saking sibuknya kita mencari, sampai sampai kita terlambat karena terus mencari, padahal jika mau menunggu, mungkin lebih cepat daripada terus-terusan mencari. Disini contoh pentingnya kreatif yang disifati konstruktif
Bagaimana kalau digabungkan?
Kritis+kreatif
Dengan kritis kita tahu dengan persis dan lengkap problem
yang dihadapi dan dengan kreatif kita dengan mudah mencari penyelesaiannya. Akan
tetapi kreatif tanpa disifati yang konstruktif akan membuat masalah baru,
karena solving dari sebuah problem nya tidak bersifat membangun.
Kreatif+konstruktif
Dengan kreatif kita dapat dengan mudah menyelesaikan
problem, dan dengan konstruktif kita dapat menyelesaikan masalah tanpa masalah.
Tapi, tanpa kritis yang artinya belum paham betul apa masalah yang kita hadapi,
apakah penyelesaian masalah tersebut sesuai dengan masalah kita sebenarnya ?, Atau
malah, ide brilian kita hanya dapat dipakai untuk masalah lain, bukan masalah
kita.
Kritis + konstruktif
Hampir dikatakan, dalam penyelesaian problem ‘konstruktif’
mensifati kreatif, jadi kecil kemungkinan solving akan tepat sasaran tanpa
berfikir kreatif
Naah coba pikirkan kalau semuanya digabung
Selamat mencoba
hehehe
M. Izzuddin Prawiranegara
Tidak ada komentar:
Posting Komentar