oleh: Nabila Emira 19713143
Pada hari ini (23/08/13), seluruh mahasiswa baru ITB menghadiri acara Seminar OSKM ITB 2013 yang diadakan di SABUGA. Acara ini menghadirkan empat narasumber yang memberikan materi secara berkesinambungan dengan tema yang diusung oleh OSKM ITB 2013, yaitu Kearifan Lokal. Keempat narasumbernya adalah sebagai berikut:
- Pak Gita Wirjawan selaku Menteri Perdagangan
- Indra Hidayat selaku perwakilan dari WANADRI
- Ibu Tri Mumpuni selaku direktur Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan
- Saska selaku pendiri Riset Indie
Dalam materinya, Pak Gita menyampaikan bahwa Indonesia membutuhkan pemimpin yang bisa menjawab tantangan zamannya. Pemimpin muda yang memiliki semangat kearifan lokal dalam membangun perekonomian masyarakat. Menurut pak Gita, bangsa yang menyia-nyiakan kearifan lokal atau budaya mereka, merupakan bangsa yang sudah kehilangan jati diri. Beliau juga berpesan agar para mahasiswa baru ITB menjadi garud- garuda yang kreatif, trampil, "melek" teknologi yang memiliki semangat kebangsaan dan selalu menjunjung tinggi kearifan lokal di dalam dan di luar kegiatan kampus.
Selanjutnya materi disampaikan oleh Indra Hidayat mengenai kegiatan dan misi mereka di WANADRI. WANADRI adalah Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung, merupakan organisasi yang bergerak di kegiatan alam bebas sebagai bentuk apresiasi dari kecintaan mereka pada tanah air. Di dalam materi, kak Indra menyampaikan beberapa permasalahan yang di hadapi Indonesia. Salah satunya yaitu kebudayaan Indonesia yang banyak di claim oleh negara lain. Sebagai salah satu bentuk nyata kecintaan mereka terhadap tanah air, mereka melakukan sebuah ekspedisi untuk menziarahi 92 pulau terdepan di Indonesia dan menancapkan dua buah patung yaitu patung Bung Karno dan Bung Hatta sebagai bukti bahwa pulau tersebut milik Indonesia.
Materi ketiga disampaikan oleh ibu Tri Mumpuni. Ibu tri menyampaikan bahwa manusia di bekali logika dan empati yang mendasari adanya akal sehat . Menurut beliau, keadaan Indonesia sekarang dikarenakan pemimpin bangsa atau semua yang memiliki wewenang dan kekuasaan serta modal dianggap terlalu mementingkan dirinya sendiri. Maka beliau berpesan kepada kita sebagai generasi muda harus mampu menjadi pemimpin yang berintegritas yang mampu membuat Indonesia lebih baik.
Materi terakhir disampaikan oleh kak Saska selaku founder Riset Indie. Riset Indie merupakan sebuah kelompok penelitian yang mengangkat tema yang seru dan kemudian direalisasikan menjadi bisnis. Riset Indie sudah melakukan tiga riset. Pertama adalah Project Polaroid yang telah mereka teliti dan dalam perjalanan bisnisnya gagal karena kak Saska sendiri mengakui bahwa berdagang bukanlah hal yang mudah. Riset kedua yaitu Project Alinea, yaitu riset tentang animatronik yang mengolaborasikan keahlian mahasiswa elektro, teknik, dan kesenian. Riset ini mendapatkan banyak tanggan positif di kalangan masyarakat. Yang terbaru, mereka sedang mengembangkan riset Angkot Day yang akan di selenggarakan tanggal 20 September 2013. Di Angkot Day, kita bisa nyobain rasanya naik angkot gratis, tertib, sekaligus aman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar