(Sesi 1) Pak Gita Wiryawan
Sebagian besar orang sukses di Jepang, pekerjaan awalnya adalah petani. Setelah sukses menjadi petani, mereka buatlah mobil, handphone, dan lain lain. Dalam kata lain, mereka tidak fokus dalam suatu bidang saja. Apabila mereka ingin perubahan, mereka harus mencoba hal-hal baru yang mungkin asing sekali bagi mereka. Bisa kita ambil contoh Pak Chung Ju Yung, pendiri Hyundai. Beliau ini dulunya petani yang keluarganya dilanda kemiskinan. Beliau bosan atas kemiskinan, maka beliau berkali-kali pergi dari rumah untuk mencari pekerjaan apapun yang bisa dikerjakannya, walaupun ibunya tidak mengizinkan. Setelah mendapat banyak pengalaman bekerja, beliau akhirnya berhasil mendirikan lapangan pekerjaan, begitu besar seperti yang kita lihat sekarang ini.
Eksportasi budaya merupakan pulminasi kesuksesan bangsa. Bangsa Thailand pun sudah belajar Bahasa Indonesia. Karena mereka akan menanamkan sahamnya di Indonesia, dan kita pun harus sudah siap dengan hal itu. Kita pun tidak bisa hanya menjadi orang yang ingin murah dan kenyangnya saja. Kita harus membuat sendiri sesuatu yang bisa membuat kita bangga.
What do we want?
If you want it you will get it, and it depends on how badly you want it.
We have to be nationalistic but at the same time we have to be internationalist.
(Sesi 2) WANADRI
Cinta Tanah Air
Sadar diri
Sadar lingkungan
Sadar tujuan
Komunitas ini telah menjelajah ke berbagai puncak gunung di Indonesia maupun di luar negeri. Komunitas ini pernah melakukan event pendakian gunung-gunung tertinggi di dunia yang disebut ‘7 summit expedition’. Indonesia memiliki banyak kekayaan alam yang belum tersentuh dan mereka (Wanadri, red) akan terus mendaki dan mengekspedisi kekayaan alam yang belum tersentuh tersebut sebagai wujud dari cinta tanah air.
(Sesi 3) Ibu Tri Mumpuni
Integritas dan kompetensi alumni ITB untuk kemandirian dan kesejahteraan bangsa:
1. Pengetahuan (logika)
2. Perasaan (empati)
Dari data yang didapatkan ibu Tri Mumpuni, kurang lebih di kepulauan Indonesia yang terdiri dari 245 juta penduduk, 100 juta orang belum berlistrik, dan 33.000 desa belum berlistrik. Padahal Indonesia memiliki banyak potensi yaitu Danau Geothermal, tambang timah, dan lain lain. Tapi kebanyakan dari kita hanya menjadi kuli, sedangkan tambang-tambang tersebut dikelola oleh investor asing.
Kita perlu mencari alternatif lain yaitu kita perlu kewirausahaan sosial. Setiap orang itu unik. Apabila mereka melakukan kegiatan yang mereka sukai dengan sebaik-baiknya, maka hasilnya akan semakin baik, dan akan semakin baik juga perekonomian kita.
(Sesi 4) Riset Indie
Kak Saska
Kak Saska
- Project Polaroid
Pada tahun 2008 sebuah perusahaan fotografi analog bangkrut karena kalah bersaing dengan fotografi digital. Lalu melalui project polaroid ini, mereka ingin menghidupkan kembali dan melakukan riset namun bangkrut 2 tahun kemudian. Hal ini memperlihatkan bahwa ternyata berbisnis itu tidak mudah.
- Project Alinea
Seperti yang kita lihat, robot alien itu adalah Indonesia’s First Animatonic. Project ini adalah kolaborasi antara seniman dan anak elektro. Mereka memamerkan ini dan menyelenggarakan Animatonic project donation.
- Project Angkot day
Rich country doesn’t have many cars on road but rich country is a country which the rich people use public transportation.
Participate! Angkot day 20 September 2013.
Pentingnya kolaborasi
ITB kawah candra di muka. ITB merupakan miniatur Indonesia. Seorang yang idealis bisa berubah menjadi pragmatis ataupun bijaksana. Konflik selalu datang tanpa kita bisa hindari, maka tugas kitalah untuk meresolusikannya. Kita baru mendapat gelar mahasiswa baru, tapi jangan merasa sudah oke dulu karena kita bisa dibilang belum memberikan impact apa-apa pada ITB. Kita masih harus menempuh proses yang panjang, lalu menjadi alumni, dan memberikan karya nyata. Kita harus sering-sering bertemu, kenalan, dan networking dengan orang lain agar mudah melakukan kolaborasi.
“Saya mau meninggal seperti apa?”
Pulang ke rumah membuat kita memikirkan realita. Tapi jangan lupa menapak tanah. Kita harus meraih cita-cita kita di langit, lalu kembali turun ke bumi untuk mensejahterakan rakyat. Indonesia butuh pahlawan sungguhan. Mulailah dari sesuatu yang kecil. Tugas kita adalah memberikan kontribusi di bidang kita masing-masing. Miliki visi itu. Miliki bayangan itu.
Fathiyah Zahra (19813077)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar