Halaman

Jumat, 23 Agustus 2013

Seminar OSKM

Patricia Karen 19913090
Seminar OSKM 2013

Sesi 1:
Pembicara: Bapak Gita Wirjawan.

Pemimpin Muda yang Memiliki Kearifan Lokal

"If you want it, you get it, depends on how bad want it", itulah hal yang dikatakan oleh bapak Gita Wiryawan, Mendag RI. Apa yang kita mau, apa yang kita ingini akan tercapai tergantung dari seberapa besar kita mau berusaha meraihnya.
Sejak awal, Ir.Soekarno sudah memiliki visi yang jelas mengenai kemerdekaan negara Indonesia yang ingin dicapai. Negara ini dapat dikatakan sukses apabila memiliki unsur demokrasi, serta kesejahteraan masyarakat yang merata serta adanya pluralisme.
Untuk itu, Indonesia membutuhkan pemimpin muda yang memiliki semangat kearifan lokal dalam membangun perekonomian masyarakat. Karena bangsa yang menyia-nyiakan kearifan lokal atau budaya mereka, merupakan bangsa yang sudah hilang jati dirinya.
Menurut beliau, kita sebagai generasi muda, perlu untuk meng'Gangnam'kan diri. Yakni dengan:
1. Kemahiran teknologi
2. Kesinambungan demokrasi
3. Kemahiran budaya
4. Kemajuan ekonomi
"We have to be nasionalistic, but at the same time we have to be internasionalist". Indonesia merupakan pusat ekonomi di Asia, namun makin lama terkikis karena adanya persaingan dengan negara lain. Janganlah kita menjadi bangsa dengan budaya yang mudah kenyang, melainkan menjadi bangsa dengan budaya bangga berbangsa.
Eksportasi budaya merupakan kunci sukses. Untuk mengembangkan indonesia. Dalam memenuhi hal ini diperlukan usaha untuk menghadapi tantangan yang ada.
Adanya mitos bahwa perekonomian hanya tumbuh di Jakarta dan pulau Jawa, namun faktanya hampir 46% pertumbuhan ekonomi terjadi di luar pulau Jawa. Maka dari itu kita harus mengubah pandangan kita terhadap hal itu, dan mulai mengembangkan lagi perekonomian di Indonesia.
Bukan hanya itu, untuk maju, Indonesia tidak hanya menjadi 'Natural Resource Economy'. Namun kita harus mengembangkan sumber daya yang ada serta meningkatkan daya saing dengan negara-negara lain di dunia.
Maka dari itu, sebagai generasi muda penerus bangsa, perlu memperkaya budaya kita, memperluas pengetahuan. Menjadi pemimpin bangsa yang bisa menjawab tantangan yang ada pada jaman sekarang ini. Pemimpin muda yang responsif terhadap masyarakat, menjaga keseimbangan kesejahteraan rakyat, serta mengedepankan nasionalisme. Mari kita kembangkan rasa kearifan lokal pada diri kita dan mulai mengembangkan Indonesia menjadi negara yang makmur.:)   

Sesi 2:
Pembicara: Indra Hidayat
Wanadri

Cinta Tanah Air
Wanadri merupakan kelompok yang mengadakan kegiatan dengan tujuan untuk mencintai negeri bahari indonesia. Didirika tanggal 16 mei 1964 di Bandung. Wanadri pernah mengadakan suatu event pendakian gunung-gunung tertinggi didunia dengan nama '7 Summit Expedition'.
Beliau menjelaskan mengenai kekayaan yang ada di Indonesia. Indonesi memiliki banyak pulau yg terdiri dari beragam perbedaan.
Indonesia terkenal sebagai negara kepulauan terbesar yang ada. Indonesia terdiri dari kekayaan hayati, perairan yang luar, pulau yang membentang, dan banyaknya pegunungan. Ada daratan yang datar, dan ada yang curam.
Indonesia terdiri dalam banyak provinsi dan kabupaten yang tersebar dari ujung barat hingga timur. Dan didalamnya tersebar suku dan budaya serta kultur yang menjadi satu keluarga utuh.
Kita sebagai generasi muda harus menggunakan kreativitas, akal sehat, serta rasa kemanusiaan untuk menjaga keutuhan negara kita tercinta.

Sesi 3:
Pembicara: Tri Mumpuni Iskandar

Intregitas dan Kompetisi Alumni ITB untuk Kemandirian dan Kesejahteraan Bangsa

Menurut beliau, ada 2 hal yang menentukan hal tersebut:
1. Pengetahuan(logika)
2. Perasaan(empati)
Kedua hal tersebut tidak dapat dipisahkan karena saling berkaitan.
Apabila kita berpikir hanya menggunakan logika saja maka kita akan berkembang menjadi egois. Jadi, kita harus mengembangkan pikiran dan olah rasa.
Banyaknya SDA yang dimiliki Indonesia namun, kebanyakan dari kita hanya memiliki mental kuli. Hanya mau yang mudah saja, tanpa mau mengolah SDA yang sudah ada.
Ekonomi merupakan keadaan setimbang dinamis antara investasi dan konsumsi untuk setingginya mencapai pertumbuhan. Tapi hal itu hanya menjadi alat perhitungan biasa untuk mencapai angka tertentu bagi pemilik modal dan teknologi tanpa mementingkanb kemanusiaan.
Kewirausahaan sosial diperlukan setiap orang adalah unik. Sehingga apabila manusia melakukan kegiatannya sebaik mungkin, maka makin baik ekonomi mereka. Definisi kewirausahaan sosial:
1. Pelurusan visi pembangunan
2. Perubahan paradigma investasi
3. Pembatasab pertumbuhan usaha
SDA membutuhkan teknologi, modal serta investasi. Karena itu seorang wirausaha soosial diharapkan untuk mencoba mengubah mengubah perekonomian menjadi lebih manusiawi.

Sesi 4:
Pembicara: Saska

Riset Indie

Merupakan kolektif penelitian secara sosial, ekonomi, media. Riset berarti baku atau kaku, sedangkan Indie berarti independent. Tim ini mencari topuk atau ide yang menari untuk dikembangkan.
Proyek 1: Polaroid
Sejak polaroid bangkrut tahun 2008, tim riset membeli dan membangun kembali perusahaan itu. Mereka menjual kamera dan film. Namun proyek itu bangkrut karena susahnya menjual kamera analog yang terbilang mahal.
Proyek 2: Animatronik
Tim riset menggunakan teknologi lama tahun 1950 (disney) untuk membuat robot yang dilapisi masker atau topeng. Nama robotnya alinea( alien perempuan) dan hasilny mendapat sambutan hangat dari berbagai pihak. Proyek ini merupakan kolaborasi antara fakultas teknik dan seni.
Proyek 3: Angkotday
Untuk menciptakan suasana angkot yang aman, tertib dan gratis. Maka diciptakan lah proyek ini. Menggunakan angkot Kalapa Dago tanggal 20 september nanti. Bertujuan juga untuk mengurangi pemakaian kendaraan pribadi dan kemacetan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar